Loading

Pelatihan Coping Stres Akademik, Mahasiswa TPI UIN Saizu Hadirkan Ruang Aman bagi Siswa SMPN 1 Sokaraja

Purwokerto-uasana kelas VIII E SMP Negeri 1 Sokaraja tampak berbeda pada Selasa pagi. Sejumlah siswa terlihat antusias mengikuti sesi pelatihan yang mengajak mereka berbagi cerita, mengekspresikan perasaan, dan mengenali tekanan akademik yang selama ini dipendam. Melalui metode diskusi hangat, journaling warna-warni, dan latihan relaksasi sederhana, siswa diajak menyadari bahwa stres bukan sesuatu yang harus dihadapi sendirian.

Kegiatan bertajuk Training Coping Management Stres Akademik pada Remaja ini diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (TPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Tiga fasilitator—Maritza Jovita Pameswari, Meta Tiara Maharani, dan Zahra Al Madina—mengampu kegiatan sebagai bentuk implementasi keilmuan TPI dalam mendukung kesehatan mental remaja.

Pelatihan dirancang untuk membantu siswa memahami sumber stres akademik serta mempelajari strategi pengelolaannya. Melalui Focus Group Discussion (FGD), para siswa didorong untuk mengidentifikasi tekanan belajar yang mereka alami. Awalnya, sebagian peserta tampak ragu, namun dengan arahan fasilitator, diskusi berkembang menjadi ruang berbagi yang aman dan saling mendukung.

Sesi journaling menjadi bagian yang paling menyentuh. Dengan kertas warna, stiker, dan berbagai alat tulis, siswa bebas menuangkan perasaan mereka melalui tulisan maupun gambar. Tak sedikit yang mengaku merasa lega setelah mencurahkan apa yang selama ini tertahan. Beberapa siswa bahkan berani mengungkap pengalaman pribadi yang sensitif, menunjukkan bahwa journaling efektif membuka ruang refleksi dan pelepasan emosional.

Pelatihan ditutup dengan teknik relaksasi napas untuk membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Meski beberapa peserta sempat kesulitan fokus, latihan ini tetap memberikan efek positif dan membantu siswa meredakan ketegangan.

Bagi para fasilitator, kegiatan ini menjadi pengalaman bermakna yang memperlihatkan besarnya kebutuhan siswa akan dukungan emosional, ruang bercerita, dan pemahaman diri. Antusiasme peserta—bahkan hingga meminta sesi diperpanjang—menjadi bukti bahwa program seperti ini memiliki dampak nyata dan perlu terus dihadirkan di lingkungan sekolah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa SMP Negeri 1 Sokaraja dapat memiliki kesadaran yang lebih baik terhadap kondisi emosional mereka, sekaligus mengembangkan keterampilan awal dalam mengelola stres akademik. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi UIN Saizu dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, empatik, dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis peserta didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish