Loading

Mengupas Bahaya Bullying: Dosen Prodi Tasawuf san Psikoterapi UIN Saizu Serukan Pentingnya Deteksi Dini Tanda Krisis Mental Anak

Purwokerto — Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya edukasi kesehatan mental masyarakat. Pada kegiatan IG Live Spesial bertajuk “Membaca Tanda Bahaya: Bullying dan Kesehatan Mental Anak” yang diselenggarakan oleh Penerbit PRC, salah satu dosen Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Eka Widiyasari, M.Psi., Psikolog., hadir sebagai narasumber utama.

Acara yang disiarkan langsung melalui Instagram @penerbitprc pada pukul 19.00 WIB ini mengangkat isu mendesak mengenai peningkatan kasus bullying dan dampaknya terhadap kesehatan mental anak. Dalam pemaparannya, Eka Widiyasari menyoroti pentingnya deteksi dini tanda-tanda krisis psikologis yang dapat muncul sebagai respon terhadap pengalaman kekerasan, baik fisik, verbal, maupun sosial.

Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Dampak jangka pendek dan jangka panjang bullying terhadap perkembangan mental anak
  • Faktor pendorong munculnya perilaku ekstrem pada anak korban maupun pelaku bullying
  • Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai oleh orang tua dan pendidik
  • Strategi pendampingan yang tepat sebelum kondisi psikologis anak semakin memburuk

Menurut Eka Widiyasari, penanganan bullying tidak hanya cukup dilakukan setelah terjadi, tetapi harus dimulai dari kesadaran membaca sinyal awal. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial menjadi kunci menciptakan ruang aman bagi tumbuh kembang anak. Ia juga menekankan bahwa respons cepat dan empatik dapat menjadi faktor pelindung yang menyelamatkan anak dari risiko gangguan mental lebih serius.

Walaupun digelar secara sederhana, ruang diskusi terasa hidup. Beberapa peserta menyampaikan pengalaman dan kegelisahan terkait kasus bullying di sekolah, sehingga sesi ini menjadi ruang refleksi bersama sekaligus edukasi praktis bagi pendamping anak.

Suasana diskusi yang hangat memperlihatkan bahwa isu ini masih menjadi perhatian besar dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menemukan pendekatan yang efektif dan manusiawi dalam penanganannya. Momentum ini menjadi pengingat bahwa edukasi publik perlu terus dilakukan agar kesadaran sosial semakin meningkat dan kasus serupa dapat dicegah sedini mungkin.

Melalui keterlibatan akademisi dalam platform edukatif publik seperti ini, Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu terus berupaya memperluas kontribusi dalam isu kesehatan mental berbasis nilai spiritualitas, empati, dan pemulihan psikologis. Prodi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya kesehatan mental sebagai bagian integral dari kesejahteraan anak dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish