Baturraden — Mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (TP) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto melaksanakan training psikosufistik bertema “Stop Bullying, Start Caring” di SMP Darul Qur’an Al Karim Baturraden pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah preventif untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai melalui pendekatan pengembangan empati dan kesadaran mental-spiritual.
Training dipandu oleh tiga mahasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, yaitu Dian Marlinda, Haliza Phadmawati Jamhur, dan Fiqri Rahma Faozan, dengan fokus utama pada penguatan kesadaran diri, empati, dan perubahan sikap positif terhadap kasus bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Sebagai ciri khas pendekatan psikosufistik, para pemateri menggunakan teknik journaling yang dipadukan dengan penanaman nilai tasawuf Raja’ (harapan kepada Allah). Melalui journaling, peserta diajak menuliskan pengalaman, perasaan, dan harapan mereka—baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi bullying—sebagai bentuk pelepasan emosi dan proses penyembuhan batin. Para peserta terlihat sangat tersentuh ketika menyadari bahwa tindakan kecil seperti ejekan, olok-olok, atau pengucilan dapat meninggalkan luka mendalam.
“Kami ingin mengajak adik-adik untuk berani melihat ke dalam diri, jujur dengan perasaannya, dan membangun harapan baik kepada Allah agar berani berubah menjadi lebih peduli dan lebih manusiawi,” ujar Dian Marlinda saat memimpin sesi journaling.
Selain journaling, peserta juga mengikuti kegiatan drama mini, permainan empati, dan refleksi kelompok, yang membantu mereka memahami secara mendalam perspektif korban, pelaku, dan saksi bullying. Melalui simulasi tersebut, siswa dilatih mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi atau menyaksikan perundungan di lingkungan sekolah.


Antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak siswa yang mengaku lega setelah berani menuliskan dan membagikan pengalaman yang selama ini mereka pendam.
“Saya jadi lebih tenang setelah menulis semuanya. Rasanya seperti melepas beban,” ungkap salah satu peserta yang pernah menjadi korban bullying.
Pihak sekolah menyambut baik program ini sebagai bagian penting dalam upaya membangun budaya sekolah yang lebih suportif, menghargai keberagaman, dan bebas dari kekerasan.
Training ini menjadi bukti bahwa ilmu Tasawuf dan Psikoterapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan remaja, memberikan ruang aman untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, peduli, dan memiliki karakter spiritual yang matang. Dengan semangat “Stop Bullying, Start Caring”, para peserta berkomitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang penuh kasih dan saling menghormati.