Loading

HMPS Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Hadirkan Haidar Bagir dalam Tapsifest 2026, Bahas Integrasi Tasawuf dan Psikoterapi

PURWOKERTO – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tasawuf dan Psikoterapi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menyelenggarakan Seminar Nasional Tapsifest 2026 pada Kamis (8/10/2026). Mengusung tema “Beyond the Mind, Beyond the Soul: Integrating Tasawuf and Psychotherapy for a Resilient Future Generation”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Ir. H. Haidar Bagir, M.A., sebagai salah satu narasumber utama.

Kehadiran Haidar Bagir menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan yang mengangkat pentingnya integrasi tasawuf dan psikoterapi untuk merespons tantangan kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda. Seminar ini sekaligus menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif spiritualitas Islam dengan perkembangan pendekatan psikologi dan psikoterapi modern.

Dalam pemaparannya, Haidar Bagir menjelaskan pentingnya memahami kesehatan mental secara holistik, tidak terbatas pada aspek fisik dan psikologis, tetapi juga mencakup dimensi spiritual manusia. Salah satu pendekatan yang relevan untuk memahami keterhubungan dimensi tersebut adalah psikologi transpersonal, yang memberikan perhatian pada pengalaman dan kesadaran spiritual.

Ia juga menguraikan relevansi tasawuf dalam pengembangan kesehatan mental melalui konsep lathaif, serta praktik spiritual seperti mujahadah, riyadhah, tafakur, muhasabah, tadabur alam, dan muraqabah. Praktik-praktik tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenali diri, mengembangkan kesadaran batin, dan memperdalam hubungan spiritual.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa tasawuf dan psikoterapi memiliki peluang untuk saling melengkapi dalam memahami manusia secara lebih utuh. Integrasi keduanya dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan dalam merespons persoalan kesehatan mental generasi muda dengan tetap memperhatikan dimensi psikologis dan spiritual.

Ketua Panitia Tapsifest 2026, Muhammad Mahmudin, menjelaskan bahwa pemilihan Haidar Bagir sebagai narasumber didasarkan pada pemikiran dan pengalamannya yang relevan dengan upaya menghubungkan nilai-nilai tasawuf dengan kehidupan manusia modern.

“Kami ingin menghadirkan sosok yang tidak hanya memahami aspek spiritualitas Islam, tetapi juga mampu memberikan perspektif tentang bagaimana spiritualitas dapat membantu manusia menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk persoalan psikologis,” ujar Mahmudin.

Ia menambahkan, tema Tapsifest 2026 berangkat dari perhatian panitia terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari kesehatan mental dan tekanan kehidupan hingga pencarian makna hidup serta kebutuhan akan ketenangan batin.

Melalui tema Beyond the Mind, Beyond the Soul, panitia ingin mengajak peserta memahami manusia secara menyeluruh, dengan memperhatikan keterkaitan antara pikiran, kondisi psikologis, dan dimensi spiritual. Sementara itu, integrasi tasawuf dan psikoterapi diharapkan dapat memperluas perspektif mengenai pengembangan diri, pengelolaan emosi, dan pembentukan ketahanan mental serta spiritual.

“Harapannya, generasi muda tidak hanya mampu menghadapi tekanan kehidupan, tetapi juga memiliki kesadaran diri, pegangan nilai, dan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kesulitan,” tambahnya.

Penyelenggaraan Tapsifest 2026 sekaligus menjadi upaya memperkenalkan keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi sebagai bidang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Melalui ruang diskusi akademik seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemahaman yang kritis mengenai hubungan spiritualitas dan kesehatan mental, sekaligus melihat peluang penerapannya dalam menghadapi persoalan manusia masa kini.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

arالعربية