Loading

Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Mendorong Penguatan Kesadaran Emosi Siswa MTs Al-Ittihad lewat Workshop GEMBIRA

Purwokerto – Tiga mahasiswa semester 7 Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (TP) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, yaitu Izza Hudayana, Sharla Oktavionawati, dan Vebrina Cahyaningrum, melaksanakan kegiatan Workshop GEMBIRA (Grounding, Emosi, Movie, Berdiskusi, Relaksasi, Asyik) di MTs Al-Ittihad Pasir Lor pada Selasa, 18 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran emosi siswa melalui pendekatan psikosufistik yang mudah dipahami, aplikatif, dan relevan dengan dinamika psikologis remaja masa kini. Materi disampaikan secara interaktif dan partisipatif, sehingga peserta tidak hanya mendengar, tetapi terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pengelolaan emosi.

Materi Interaktif dan Pendekatan Edukatif

Workshop diisi dengan beberapa sesi utama, yaitu:

  • Pemutaran cuplikan film Inside Out untuk membantu siswa mengenal jenis-jenis emosi secara visual dan mudah dipahami.
  • Simulasi “Balloon of Anger” yang menunjukkan dampak emosi marah bila dipendam tanpa penyaluran sehat.
  • Teknik Grounding 5-4-3-2-1 untuk membantu siswa mengatasi kecemasan dan meningkatkan kesadaran diri.
  • Relaksasi Dzikir Pernapasan sebagai penutup, memberikan pengalaman ketenangan batin melalui kombinasi pernapasan dan zikir.

Salah satu fasilitator, Izza Hudayana, menyampaikan bahwa workshop ini dirancang agar siswa dapat memahami emosi secara realistis dan ramah remaja. “Kami ingin menunjukkan bahwa emosi itu bukan musuh. Emosi justru perlu dikenali supaya kita bisa meresponsnya dengan bijak,” ujarnya.

Antusiasme Peserta dan Respons Positif

Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Sesi “Balloon of Anger” menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Melalui simulasi balon yang diisi udara, mereka melihat bagaimana tekanan emosi yang dipendam dapat menimbulkan ledakan dalam diri.

Salah satu peserta menyampaikan pengalamannya setelah mengikuti workshop. “Ternyata marah itu normal, yang penting cara menyalurkannya benar. Saya jadi tahu kalau emosi nggak boleh dipendam terus,” ungkap salah seorang siswa kelas VIII.

Pembelajaran bagi Fasilitator

Bagi mahasiswa TP, kegiatan ini menjadi pengalaman lapangan yang memperkaya pemahaman mereka tentang pendampingan emosional remaja. Sharla Oktavionawati menuturkan, “Kami belajar bahwa remaja itu sebenarnya ingin didengar. Ketika diberi ruang, mereka bisa sangat terbuka dan reflektif terhadap perasaannya.”

Sementara itu, Vebrina Cahyaningrum menambahkan, “Metode sederhana seperti grounding dan relaksasi pernapasan terbukti sangat membantu. Kami berharap materi ini dapat dipakai siswa dalam keseharian.”

Harapan dan Keberlanjutan Program

Workshop GEMBIRA diharapkan dapat menjadi salah satu model kegiatan edukasi emosional berbasis tasawuf dan psikoterapi yang dapat dikembangkan lebih lanjut di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa TP dalam pengabdian masyarakat yang relevan dengan keilmuan prodi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish