Loading

Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Selenggarakan Training Psikosufistik untuk Lansia Watumas

Purwokerto –Tiga mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Saizu Purwokerto kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat melalui kegiatan Training Psikosufistik bertajuk “Tidur Pulas Bebas Cemas”, sebuah program terapi yang dirancang untuk membantu lansia mengatasi insomnia dan gangguan kecemasan. Pelatihan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025 bertempat di kediaman Ibu Yani, wilayah RW 09 Watumas, dengan peserta para lansia setempat yang antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Berdasarkan hasil asesmen awal melalui wawancara, mayoritas lansia RW 09 mengaku mengalami gangguan tidur seperti kesulitan memulai tidur, sering terbangun di malam hari, rasa cemas berlebihan, serta durasi tidur yang kurang dari enam jam per hari. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, emosi, dan kualitas hidup mereka.

Menjawab kebutuhan tersebut, tiga mahasiswa yaitu Alfi Restu, Endhi Pramudi, dan Refina Anastasya merancang rangkaian pelatihan berbasis pendekatan psikosufistik—sebuah integrasi antara teknik psikoterapi modern dan nilai-nilai spiritual Islam yang berfokus pada ketenangan hati (qalbun salim) sebagai pusat pembentukan keseimbangan diri.


Rangkaian Terapi dalam Pelatihan

Kegiatan ini menghadirkan empat teknik relaksasi utama, yaitu:

  • Relaksasi Otot Progresif, untuk menurunkan ketegangan fisik dan stres melalui penegangan dan pelepasan otot secara bertahap.
  • Hidroterapi dipadukan dengan Murottal Ar-Rahman, memberikan sensasi relaksasi melalui stimulasi air dan kekuatan ketenangan ayat suci Al-Qur’an.
  • Relaksasi Benson berbasis dzikir Asmaul Husna, terutama Ar-Rahman dan Ar-Rahim, untuk membantu mengolah napas, menenangkan pikiran, dan menumbuhkan rasa pasrah positif kepada Allah.
  • Relaksasi Napas, sebagai latihan kesadaran diri untuk meredakan kecemasan dan menstabilkan emosi.

Selama pelatihan, para peserta tampak sangat menikmati setiap sesi. Banyak dari mereka mengaku tubuh terasa lebih ringan, pikiran lebih lega, dan rasa kantuk mulai muncul secara alami setelah mengikuti teknik relaksasi.


Testimoni Peserta

Salah satu peserta lansia, menyampaikan kesan positifnya:

“Tadi sebelum mulai badan rasanya tegang dan kepala berat. Setelah mengikuti latihan nafas dan murottal, badan jadi lebih enteng dan hati terasa tenang. Saya biasanya susah tidur, semoga malam ini bisa tidur nyenyak. Terima kasih sudah membimbing kami.”

Dampak dan Harapan

Kegiatan ini menjadi contoh implementasi nyata keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi lansia yang rentan mengalami gangguan psikologis dan penurunan kualitas tidur.

“Kami berharap para peserta dapat melanjutkan latihan ini secara mandiri sehingga kualitas tidur meningkat, kecemasan berkurang, dan hidup menjadi lebih tenang dan bahagia,” ujar perwakilan tim, Alfi Restu.

Program ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara spiritual, emosional, dan fisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish